Minggu, 31 Maret 2013

Mixed Arithmetic Operations on Fraction QUIZ

Diposting oleh Tiara Intani di 18.32 0 komentar

Jumat, 18 Mei 2012

19.05.2012

Diposting oleh Tiara Intani di 20.57 0 komentar
PUSING. DEPRESI. SENSITIF. GAMPANG MARAH DAN SENSITIF. JERAWAT!

ya itulah yang beberapa hari ini aku rasakan, sudah hampir 3 hari. aku kenapa? PMS? iya mungkin begitu seperti kata orang-orang. tapi bahkan sampai sekarang aku juga masih bingung apa itu PMS.
yang aku tahu PMS itu cuma kepanjangannya yaitu Pre Menstrual Syndrome (hehe bener kan tulisannya  kaya gitu :>

nah kata orang-orang nih gejala-gejala PMS ya seperti yang aku rasakan sekarang. dan sekarang aku mau cerita dulu sih ya setiap menjelang tanggal-tanggal “dapet”, gejala-gejala PMS itu selalu datang. aku jadi orang yang semakin galak, jutek, pengen marahin orang dan pengen jadi orang jahat kayaknya haha :D

Misal nih kalau ada yang nanya-nanya, aku suka mikir “kenapa sih harus nanya ke aku?”. Pokoknya moodnya emang gak bagus bangetlah. marah-marah jadi lebih gampang keluar. Kerjaannya ya melow, meratapi nasib, pengen nonton film-film romantis yang berakhir tragis trus nangis sejadi-jadinya hahaha =D

Kalau dipikir-pikir, sindrom ini baru datang saat aku SMA tepatnya kelas berapa aku lupa :D yah saya emang punya memory ingatan yang tidak terlalu bagus hehe ^^ aku mulai pertama kali mens itu kalau gak salah kelas 2 SMP. aku belum ngerasain gejala-gejala kaya gitu sih sampai aku lulus SMP. nah mulai SMA nih aku jadi mulai merasakan sindrom PMS.

Kenapa ya???

Apa pola hidupku malah jadi berantakan tahun-tahun ini? Soalnya menurut sumber yang barusan aku baca, gejala ini dapat terjadi karena pola hidup jelek, pola makan jelek, kurang zat-zat mineral yang dibutuhkan tubuh, gak rileks kali ya…

Hmm.. emang sih aku jarang banget olahraga sekarang karena salah satu alasannya aku gak terlalu suka olahraga soalnya aku gak bisa olahraga hahaha memalukan =D jujur aja lari pun aku pasti udah ngos-ngosan. boro-boro cabang olahraga lainnya seperti basket, volly, dsb enggak ada yang bisa! tapi ada satu olahraga yang aku bisa yaitu renang, hobby juga sih jadinya seneng. tapi sekarang itu pun hampir jarang.

dan sekarang kerjaanku begadang, dan gara-gara ketularan anak kost jadi addict sama kopi, makan sembarang gak kenal waktu dan kadang pun sehari cuma makan 2 kali, sekalipun juga pernah … wew

Atau aku kurang bersyukur ???

Faktor paling penting kayaknya tuh, astaghfirullah.. So, buat kalian-kalian orang-orang di sekitarku, kalau sekiranya aku berubah jadi makin jutek, galak dan jahat, jangan nambah perkara sama aku, jangan juga mau macem-macem gak jelas kalau gamau jadi mangsa kemarahanku hehehe >:o

Kamis, 17 Mei 2012

Cinta Seorang Suami

Diposting oleh Tiara Intani di 21.16 0 komentar
Halo guys, mau share satu lagi cerita yang bisa buat renungan kita :)


" Cinta Seorang Suami "

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon.

Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku.
Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
** END **

Yah demikian ceritanya, cukup terharu yah :') jujur pertama kali aku baca ini aku nangis. Aku bayangin aja gimana rasanya menjadi istrinya tersebut. Dan sekarang kita jadi tau kan intinya 
"Jangan sia-siain aja"
"Cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang kita miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta"

♥ ♥ ♥ ♥

Senin, 13 Februari 2012

Grammy Awards 2012

Diposting oleh Tiara Intani di 00.28 0 komentar


Untuk ke-54 kalinya ajang Grammy Awards digelar. Rapper Kanye West meraih nominasi terbanyak. Ia dia daftar musisi yang duduk di kursi nominasi Grammy Awards 2012.

Sepanjang kariernya, Kanye telah meraih 14 piala Grammy Awards. Namun ternyata itu belum cukup. Kanye masih membuat karya baru yang ciamik sehingga dilirik masuk nominasi.

Setelah Kanye, nominasi terbanyak lain diraih Adele, Foo Fighters dan Bruno Mars. Masing-masing musisi tersebut masuk dalam 6 nominasi.

Mereka yang mendapat 5 nominasi adalah Lil' Wayne dan Skrillex. Di belakang menyusul Bon Iver, Radiohead, Drake, Rihanna, Nicki Minaj dan Mumford & Sons.

Pengumuman nominasi Grammy Awards ke-54 ini diadakan di Nokia Theatre, Los Angeles pada Rabu (30/11/2012) malam waktu setempat. Perhelatan Grammy Awards 2011 akan berlangsung pada 12 Februari 2012.

Berikut beberapa daftar nominasi Grammy Awards 2012:
Album of the Year:
'21' - Adele
'Wasting Light' - Foo Fighters
'Born This Way' - Lady Gaga
'Doo-Wops & Hooligans' - Bruno Mars
'Loud' - Rihanna

Record of the Year:
'Rolling In The Deep' - Adele
'Holocene' - Bon Iver
'Grenade' - Bruno Mars
'The Cave' - Mumford & Sons
'Firework' - Katy Perry

Best New Artist:
The Band Perry
Bon Iver
J Cole
Nicki Minaj
Skrillex

Song of the Year:
'All Of The Lights' - Kanye West feat. Rihanna, Kid Cudi & Fergie
'The Cave' - Mumford & Sons
'Grenade' - Bruno Mars
'Holocene' - Bon Iver
'Rolling in the Deep' - Adele

Best Pop Solo Performance:
'Someone Like You' - Adele
'You and I' - Lady Gaga
'Grenade' - Bruno Mars
'Firework' - Katy Perry
'F***in' Perfect' - Pink

Best Pop Duo/Group Performance:
'Body And Soul' - Tony Bennett & Amy Winehouse
'Dearest' - The Black Keys
'Paradise' - Coldplay
'Pumped Up Kicks' - Foster the People
'Moves Like Jagger' - Maroon 5 & Christina Aguilera

Best Dance Recording:
'Raise Your Weapon' - Deadmau5 & Greta Svabo Bech
'Barbra Streisand' - Duck Sauce
'Sunshine' - David Guetta & Avicii
'Call Your Girlfriend' - Robyn
'Scary Monsters and Nice Sprites' - Skrillex
'Save the World' - Swedish House Mafia

Best Rock Performance:
'Every Teardrop is A Waterfall' - Coldplay
'Down by the Water' - The Decemberists
'Walk' - Foo Fighters
'The Cave' - Mumford & Sons
'Lotus Flower' - Radiohead

Best Hard Rock/Metal Performance:
'On the Backs of Angels' - Dream Theater
'White Limo' - Foo Fighters
'Curl of the Burl' - Mastodon
'Public Enemy No. 1' - Megadeth
'Blood in My Eyes' - Sum 41

Best Rock Album:
'Rock 'N' Roll Party Honoring Les Paul' - Jeff Beck
'Wasting Light' - Foo Fighters
'Come Around Sundown' - Kings Of Leon
'I'm With You' - Red Hot Chili Peppers
'The Whole Love' - Wilco

Best Alternative Music Album:
'Bon Iver' - Bon Iver
'Codes and Keys' - Death Cab for Cutie
'Torches' - Foster the People
'Circuital' - My Morning Jacket
'The King of Limbs' - Radiohead

Best Traditional R&B Performance:
'Sometimes I Cry' - Eric Benet
'Fool for You' - Cee Lo Green & Melanie Fiona
'Radio Message' - R. Kelly
'Good Man' - Raphael Saadiq
'Surrender' - Betty Wright & The Roots

Best R&B Album:
'F.A.M.E.' - Chris Brown
'Second Chance' - El DeBarge
'Love Letter' - R. Kelly
'Pieces Of Me' - Ledisi
'Kelly' - Kelly Price

Best Rap/Sung Collaboration:
'Party' - Beyonce & Andre 3000
'I'm on One' - DJ Khaled, Drake, Rick Ross & Lil Wayne
'I Need A Doctor' - Dr. Dre, Eminem & Skylar Grey
'What's My Name?' - Rihanna & Drake
'Motivation' - Kelly Rowland & Lil Wayne
'All of the Lights' - Kanye West, Rihanna, Kid Cudi & Fergie

Best Rap Performance:
'Look At Me Now' - Chris Brown, Lil Wayne & Busta Rhymes
'Otis' - Jay-Z & Kanye West
'The Show Goes On' - Lupe Fiasco
'Moment 4 Life' - Nicki Minaj & Drake
'Black and Yellow' - Wiz Khalifa

Best Country Solo Performance:
'Dirt Road Anthem' - Jason Aldean
'I'm Gonna Love You Through It' - Martina McBride
'Honey Bee' - Blake Shelton
'Mean' - Taylor Swift
'Mama's Song' - Carrie Underwood

Best Country Song:
'Are You Gonna Kiss Me Or Not' - Thompson Square
'God Gave Me You' - Blake Shelton
'Just Fishin'' - Trace Adkins
'Mean' - Taylor Swift
'Threaten Me With Heaven' - Vince Gill
'You and Tequila' - Kenny Chesney feat. Grace Potter


Adele dalam ajang tersebut masuk dalam enam nominasi dan keenam piala tersebut berhasil dibawa pulang olehnya. Sedangkan Foo Fighters masuk dalam tujuh nominasi, hanya saja dikalahkan oleh Adele pada kategori Album Of The Year. Namun ini Foo Fighters tetap bisa berbangga hati, sebab mereka telah mendapatkan enam buah piala.

Rihanna, Katy Perry dan Lady Gaga sepertinya tahun ini tidak berjaya diajang Grammy Awards, pasalnya ketiga penyanyi tersebut juga telah disingkirkan oleh Adele.

Berikut adalah daftar pemenang Grammy Awards ke-54;
Album Of The Year – Adele (21)
Record Of The Year – Adele (Rolling in The Deep)
Song Of The Year – Adele (Rolling in The Deep)
Best New Artist – Bon Iver
Best Pop Solo Performance – Adele (Someone Like You)
Best Pop Duo/Group Performance – Tony Bennett and Amy Winehouse (Body and Soul)
Best Pop Vocal – Adele (21)
Best Dance Recording - Skrillex (Scary Monsters and Nice Sprites)
Best Dance/Electronica Album - Skrillex (Scary Monsters and Nice Sprites)
Best Rock Performance - Foo Fighters (Walk)
Best Hard Rock/Metal Performance - Foo Fighters (White Limo)
Best Rock Song - Foo Fighters (Walk)
Best Rock Album - Foo Fighters (Wasting Light)
Best Alternative – Bon Iver (Bon Iver)
Best Rap Performance - Jay-Z and Kanye West (Otis)
Best Rap/Sung Collaboration - Kanye West, Rihanna, Kid Cudi and Fergie (All of the Lights)
Best Rap Song - Kanye West, Rihanna, Kid Cudi and Fergie (All of the Lights)
Best Rap Album - Kanye West (My Beautiful Dark Twisted Fantasy)
Best Country Solo Performance - Taylor Swift (Mean)
Best Country Duo/Grup Performance - The Civil Wars (Barton Hollow)
Best Country Song - Taylor Swift (Mean)
Best Country Album - Lady Antebellum (Own the Night)
Best Short Form Music Video – Adele (Rolling in The Deep)
Best Long Form Music Video - Foo Fighters (Foo Fighters: Back and Forth)

Selasa, 07 Februari 2012

Kutipan Film

Diposting oleh Tiara Intani di 04.00 0 komentar
Beberapa kutipan film yang penulis suka :)
 
  • "It's a miracle of something. I can feel him inside me." ► Breaking Dawn
  • "There's not enough time to spending with you, let's start with forever" ► Breaking dawn
  • "Orang pasti berubah, ada yang jadi lebih terang, ada yg jadi lebih gelap." ► Catatan Harian Si Boy 
  • "You have to do the best with what God gave you." ►Forrest Gump
  • "Maybe, God has a bigger plan for me than I had for myself." ►A Walk To Remember
  • "Kita memiliki satu kekayaan yang tidak ternilai harganya, yaitu bahasa Indonesia." ►Ada Apa dengan Cinta 
  • "Sembunyi tidak akan membuat masalah hilang, hanya menunda masalah itu saja" ►Dunia mereka
  • "Karena aku cinta kamu makanya aku ngelepasin kamu agar kamu bahagia" ►Tentang Cinta 
  • "Terkadang karena kita begitu menyayanginya maka terpaksa menjauhinya." ► 49'days
  • "Aku telah menoleh dan aku sadari bahwa aku pura-pura bahagia" ►Cinta pertama
  • "Cinta kita seperti angin, ga bisa dilihat, tapi kita selalu merasakannya." ► Walk to remember
  • "I just like to smile, smiling is my favorite" ►Elf
  • "Whatever happens, I'll love you just as I do now until I die" ►Gone With The Wind
  • "Kenapa kita terjatuh ? | Agar dapat belajar bangkit dari keterpurukan" ► BATMAN
  • "Katanya cinta itu buta, karenanya orang yg sedang jatuh cinta bisa merelakan apa saja demi orang yang dicintai" ►Heart2Heart
  • "Belom tentu yg elo anggep gak penting itu, juga gak penting buat orang lain" ►Catatan Harian Si Boy
  • "If you hate me, I understand. I messed up. I'm sorry." ►Transformer: Revenge of the fallen
  • "Trus sekarang kalo lo gak punya teman sama sekali tuh salah siapa? Salah gue? Salah teman-teman gue?" ►Ada Apa Dengan Cinta
  • "Perfect? I'm not perfect. I'm nothing." ►Black Swan
  • "You think that by saying 'I'm sorry', all the past can be corrected." ►Gone With The Wind (1939)
  • "When I'm with you, I feel like someone totally different." ►The Notebook
  • "You are the most amazingly, astounding, wonderful girl, woman that I've ever known" ►Titanic
  • "Kejujuran itu seperti eskrim, kalau tdk cepat dilahap, bakalan meleleh, hilang ditelan hawa panas" ► Andai Ia tahu
  • "Penjahat itu yang jahat sifatnya Pak, bukan tampangnya" ► Andai Ia Tahu
  • "The most important thing in new year isn't about the celebration, but how to be better." ►New Year's eve (2011)
  • "New year is a symbol of new hope & perspective as we look ahead to the fulfillment of God's promises." ►New Year's eve
  • "New year is not about being new at everything. It's about new in your heart & your mind"  ► New year's eve
  • "I want to kiss you on December 31st from 11:59pm - 12:01am so I can have a great ending & have an amazing beginning." ► New year's eve
  • "But you know, the thing about romance is people only get together right at the very end" ►Love Actually
  • "Losers are people who are so afraid of not winning, they don't even try." ►Little Miss Sunshine 

Minggu, 11 Desember 2011

LOVABLE ♥

Diposting oleh Tiara Intani di 23.51 0 komentar









yeah,
Hello everyone..

I'm starting my blog today. I wish it's could be a good begining..
So let me tell you a little tale about me.
I was born in Kudus, a little town in Central Java, Indonesia. 
I just an ordinary girl, simple
 

Super Junior - Mr.Simple Lyrics ♥

Diposting oleh Tiara Intani di 23.17 2 komentar
 SJ) Because you naughty, naughty, hey! Mr. Simple
Because you naughty, naughty, SUJU ganda!

KYUHYUN) Sesang-ee nae mamdaero ahn dwendago hwaman naemyuhn geuruhl piryo uhbji
SIWON) Guhkjuhngdo paljada jageun ire nuhmoo yuhnyuhnhaji malja mome johji anha

HEENIM) Suhngjuhgi johaddaga nappadaga geuruhn guhji mwuh heung! Shiljuhgi olladdaga dduhruhjyuhdda geuruhn ddaedo ijji
DONGHAE) Uhjjuhmyuhn gwaenchanha swiuh ganeun guhtdo joha modeun guhshi ddae ddae ddae ddae ddaega inneun guhnikka

YESUNG) Geudaega namjaramyuhn chingool manna sool han jane tuhruhbuhrigo (Alright!) Alright

RYEOWOOK) Geudaega yuhjaramyuhn chingool manna sooda dduhruh nallyuhbuhrigo (Alright!) Alright, Alright

SJ) Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaeneun geudaero muhtjyuh
Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaero yeppuh (SJ Call!)
Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaeneun geudaero muhtjyuh
Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaero yeppuh (SJ Call!)

SJ) Gaja gaja uhsuh gaja makyuhsseul ddaen doragaja golchi apa jukkeddamyuhn oneul harooman nolgo boja
Ahn geuraedo guhchin sesang jooguhra ddwimyuhn naman jichyuh gidaryuhbwa ahkkyuhdwuh bwa nuhui nari god oltenikka

SJ) Blow your mind gara Mr. Simple
Blow your mind ddaega wajjanha dooryuhwuh malgo
Blow your mind gaja Mr. Simple
Blow your mind ddaega wajjanha joonbi dwaejjanha

SUNGMIN) Sok ssuhkneun iri han doo gaji anin sesange woorin sara geuguhn aedo ara
LEETEUK) Mwuh iruhke uhryupna woori jal muhkgo jal jago ddo jarhamyuhn geuruhke hamyuhn dweji

RYEOWOOK) Geudaega hwaga namyuhn chingool manna dwitdamhwaro pooruhbuhrigo (Alright!) Alright
EUNHYUK) Geudaega gweropdamyuhn norae boolluh sori jilluh nallyuhbuhrigo (Alright!) Alright, Alright

SJ) Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaeneun geudaero muhtjyuh
Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaero yeppuh (SJ Call!)
Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaeneun geudaero muhtjyuh
Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaero yeppuh (SJ Call!)

EUNHYUK) Dance
LEETEUK) Jayooran ge mwuh geuri byuhlguh inna
DONGHAE) Just get it Get it
LEETEUK) Sosohan iltarui jaemi
RYEOWOOK) Doongdoongdoong koongkoongkoong
SHINDONG) Sarainneun geudael neukkigo shipna
DONGHAE) Just grab it Grab it
SHINDONG) Gaseum ddwineun nae kkoongdeurui yegi
RYEOWOOK) Doongdoongdoong koongkoongkoong
SJ) (Because you naughty, naughty)

KYUHYUN) Ije guhkjuhng hajima apen joheun nari ol guhya shimgakhan yegin da dwiro mirwuhdoogo
YESUNG) Oneureun balkge woosuhbwa geudaeui hwanhan wooseume modoo giboon jihajyuh

SJ) Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaeneun geudaero muhtjyuh
Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaero yeppuh (SJ Call!)
Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaeneun geudaero muhtjyuh
Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaero yeppuh (SJ Call!)

SJ) Gaja gaja uhsuh gaja makyuhsseul ddaen doragaja golchi apa juggeddamyuhn oneul harooman nolgo boja
Ahn geuraedo guhchin sesang jooguhra ddwimyuhn naman jichyuh gidaryuhbwa ahkkyuhdwuh bwa nuhui nari god oltenikka

SJ) Blow your mind gara Mr. Simple
Blow your mind ddaega wajjanha dooryuhwuh malgo
Blow your mind gaja Mr. Simple
Blow your mind ddaega wajjanha joonbi dwaejjanha
 

Miss Simple Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review